Selama masa pandemi covid 19, ternyata lokasi ini menjadi mendadak berubah menjadi tempat wisata dadakan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berada di Kecamatan Pandawan, desa Mahang Paku, tempat yang mulanya merupakan lokasi pemancingan ini menjadi ramai dikunjungi warga di masa pandemi covid 19. Tempat tersebut rupanya dijadikan warga sebagai 'lokasi alternatif' berwisata saat lokasi lokasi lain ditutup akibat pandemi yang terjadi saat ini.

Bermula dari unggahan satu dua orang di sosial media seperti Facebook dan Instagram, alhasil tempat ini menjadi viral. Aci misalnya, warga Banua Budi yang datang ke lokasi tersebut pada Sabtu (6/6/2020) lalu itu mengaku cukup menikmati pemandangan di sana. Ia bersama suami dan ketiga anaknya pun langsung berfoto di jembatan kayu yang selama ini menjadi spot ikonik di sana.

"Sebenarnya tahu sudah lama, tapi baru ke sini," kata Aci kepada Banjarmasinpost.co.id. Ia menambahkan saat itu ingin mendatangi tempat yang ramai diperbincangkan di sosial media. "Mau melihat langsung tempat foto yang ramai dikunjungi orang," imbuhnya.

Tempat tersebut awalnya merupakan lokasi pemancingan dan pencari ikan warga setempat. Saat kami berkunjung ke sana pada Sabtu (6/6/2020) kemarin, ada seorang warga yang mencari ikan di sana. Menggunakan klotok, ia memasang alat penangkap ikan tradisional yang disebutnya sebagai Tampirai.

Selain Tampirai, warga juga biasa memancing ikan di sekitar tempat tersebut di sore hari. Biasanya, pemancing akan semakin ramai mendatangi tempat tersebut jika musim ikan tiba. Sementara itu, jembatan kayu yang menjadi spot foto di lokasi tersebut juga baru akhir 2019 lalu saja dibangun seiring dengan waktu pengerukan sungai.

Apa yang membuat tempat ini viral di sosmed dan ramai di kunjungi warga? Adalah pemandangan hijau dari rawa rawa, sungai dan juga jejeran pohon galam di lokasi tersebut. Jika traveler pandai mengambil angle (sudut) foto ditambah kemampuan menambahkan sedikit efek,maka hasilnya pun akan terlihat sangat memuaskan.

Jika sungainya sedang tidak tertutupi tanaman air yang terbawa arus, foto traveler bisa terlihat seperti sedang berada di pinggir danau. Tempat yang awalnya merupakan lokasi memancing ini bahkan tak memiliki nama khusus. Meskipun menyuguhkan spot foto alami yang tak banyak, namun tetap saja warga ramai mendatanginya.

Untuk menjangkau lokasinya bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Mengambil 'start' dari pusat kota yakni lampu merah Simpang 10 kota Barabai, traveler membutuhkan waktu sekitar 20 menit menuju desa Mahang Paku. Lokasinya masih berada tak jauh dari pemukiman warga.

Tidak ada petunjuk khusus yang menandai tempat wisata viral tersebut. Bahkan hingga sekarang, tak ada nama yang disematkan di sekitar lokasi. Memasuki desa Mahang, traveler hanya perlu mengikuti jalan hingga menemukan penghujung jalan beraspal.

Traveler akan langsung melihat jembatan dan jalanan yang tertutup semak semak. Di sanalah lokasi tempat wisata viral tersebut berada. Tak jauh dari sana ada jembatan kayu yang langsung menghadap ke sungai dengan pemandangan rawa rawa dan barisan pohon galam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *