Pandemi covid 19 membuat orangtua sedikit memutar otak untuk mengatur jadwal imunisasi anak. Kekhawatiran penularan virus corona tak jarang membuat jadwal vaksin tertunda. Bagaimana jika vaksin anak tertunda? Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit St Carolus Summarecon Serpong Dr Ivony Yuyu Susanto, SpA menjelaskan solusinya.

Orangtua tidak perlu banyak khawatir ketika penundaan vaksinasi sudah terjadi. “Orangtua tidak perlu kahwatir karena PSBB (pembatasan sosial berskala besar) agak ketat, sehingga menunda 2 3 bulan, tidak apa apa karena tidak ada batas penundaan. Kalau telat lalu mau melakukan vaksinasi lakukan saja segera,” katanya. Kekhawatiran akibat telat dari jadwal berhubungan dengan menurunnya antibodi.

Ketika sudah harus diulang tapi tidak dilakukan, antibodi sudah menurun. Kebetulan ada virus di sekeliling si kecil, bisa jadi si kecil terinfeksi karena antibodinya sudah menurun terhadap penyakit tersebut. Banyak kemudahan yang bisa dilakukan agar vaksinasi bisa tetap dilakukkan terutama saat pandemi seperti saat ini. Apalagi dokter juga bisa menggabungkan vaksin sekaligus.

“Kalau telat, bisa diberikan sekaligus, Bisa paha kiri dan paha kanan,” katanya. Jauh sebelum ada pandemi, penggabungan vaksin di waktu yang bersamaan juga sudah dilakukan untuk meminimalkan bayi untuk berkunjung ke rumah sakit. Nah sejak ada pandemi, sistem itu pun lebih sering disarankan.

Di RS St Carolus Summarecon Serpong juga dibuka jadwal vaksinasi khusus di hari Minggu dari pukul 10.00 12.00. Jadwal ini hanya khusus untuk vaksinasi saja. Bila untuk konsultasi penyakit tidak bisa. Banyak orangtua merasa khawatir membawa anaknya ke rumah sakit selama pandemi covid 19. Padahal jadwal vaksinasi sudah tersusun rapi. Tak sedikit wabah virus corona ini membuat orangtua menunda untuk ke rumah sakit termasuk vaksinasi anak.

Padahal, dengan protokol kesehatan baik anak dan orangtua dan juga di rumah sakit, sebaiknya vaksinasi jangan ditunda. Pasalnya anak harus tetap divaksinasi agar antibodinya tetap optimal untuk menghindari penyakit. Apalagi, penyakit yang sudah ada vaksinasinya itu adalah penyakit yang berbahaya, bisa menimbulkan kecacatan dan juga kematian pada anak.

Untuk ini pihak rumah sakit telah melakukan protokol kesehatan. Misalnya tenaga kesehatan menggunakan APD (alat pelindung diri), tujuanya untuk melindungi pasien dan juga tenaga kesehatan itu sendiri. Setiap selesai satu pasien, ranjang atau peralatan yang digunakan pasien sebelumnya langsung digunakan disenfektan.

Sementara dari pihak pasien bisa menggunakan masker tentunya. Khusus bayi di bawah 2 tahun bila sulit menggunakan masker diusahakan cara lain untuk mengurangi kontak atau berlama lama di rumah sakit. “Bayi baru lahir terutama, anak dibawah usia 2 tahun susah dipakai masker apalagi face shield, dan bisa ganggu pernafasan. Bila koordinasi kurang baik jadi susah bernafas,” ujar dr Ivony saat menjadi narasumber di IG Live Warta Kota Health Talk dengan temma Pentingnya Vaksin Anak Saat Pandemi, Senin (14/9/2020).

Orangtua bisa menyiasati dengan mengurangi waktu di rumah sakit. Misalnya pendaftaran menggunakan aplikasi sehingga tahu pada jam berapa mendapatkan giliran. Bila sudah datang duluan, si kecil bisa berada di dalam mobil dulu, ketika sudah dekat antrian baru mendatangi poli untuk dilakukan vaksinasi. Kereta dorong atau stroller juga bisa masuk ke rumah sakit.

Di bagian depan stroller ada semacam tirai yang menutupi si keci, bisa juga digunakan untuk meminimalkan penyebaran penyakit Covid 19. “Kalau jadwalnya dapat jam 09.00, jangan datang jam 07.00, diperkirakan saja mendekati jam 9 baru ke tempat untuk vaksinasi,” ujarnya. Pihak rumah sakit juga menyadari kekhawatiran bercampur dengan anak yang sakit, dilakukan perbedaan jadwal antara konsultasi dan vaksinasi.

Selesai si kecil pulang dari rumah sakit, langsung dimandikan dan berganti baju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *