Di tengah pandemi covid 19, aktris Prisia Nasution (36) tidak mau membuat kehidupannya pasif dan hanya berada di rumah saja. Prisia Nasution terus menggalakan kepedulian terhadap Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) bersama dengan Kopi Panas Foundation. Dalam unggahannya di instagram, Prisia Nasution aktif mengunggah materi tentang kegiatan sosialnya terhadap ODGJ bersama dengan Kopi Panas Foundation.

Ketika melakukan siaran langsung di instagram bersama akun @fpti_official, Sabtu (19/9/2020), Prisia Nasution menceritakan kegiatan sosialnya yang mengusung kepedulian terhadap ODGJ. "Aku punya yayasan yang awalnya tujuannya adalah merangkul semua bidang termasik ke hewan dan tumbuhan. Tapi kayaknya sebelum kesana, harus ada yang dibenahi dulu manusianya," kata Prisia Nasution. "Ya masalah krusial kesehatan mental. Bagaimana mau bantuin hewan dan tumbuhan kalau jiwa kita terganggu," tambahnya.

Karena dasar itu lah, wanita yang akrab disapa Phia itu sangat miris melihat orang yang memang masuk dalam kategori OGDJ. Hati Phia merasa tersentuh, ketika melihat orang ODGJ yang hidupnya terlantar di jalanan dan menanyakan dalam hati, siapa yang membantu mereka. Sebab menurut istri dari aktor asal Malaysia, Iedil Putra itu jika panti asuhan ada orangtua asuh yang menangani warga yang tinggal disana dan memang banyak yang memberikan dukungan.

"Orang gangguan jiwa stigmanya negatif kan. Mereka dianggak sangat buruk atau kadang ngamuk, galak, dan lain lain. Kalau begitu kan boro boro mau ada yang bantu," ucapnya. Wanita bernama lengkap Prisia Wulandari Nasution tersebut menilai saat ini, orang gangguan jiwa masih disepelekan dilingkungan publik dan termarjinalkan. "Tapi mereka manusia butuh tempat tinggal dan kasih sayang. Tapi mereka dianggap sampah, tapi harus dibantu. Mereka harus dirangkul bukan malah dijauhi," tegasnya.

Dengan alasan dan juga permasalahan dasar tersebut lah, bintang film 'Comic 8' itu tergerak hatinya untuk memikirkan kehidupan para ODGJ tersebut. "Aku bantu mereka bisa makan dan tempat tinggal yang layak. Bagi saya, ya kalau sehat 100 persen tidak tau ya, tapi mereka bisa ada fungsi dan berguna bagi kita semuanya," jelasnya. "Kalau mereka ada di lingkungan yang tepat dan layak ya mereka sedikit banyak membaik. Kalau bisa beraktivitas dan usaha sendiri banyak. Ya upaya memanusiakan manusia," tambahnya.

Menurut Phia, uluran bantuan bukan hanya bicara materi bagi siapa saja yang ingin turun langsung bersamanya peduli terhadap ODGJ. "Karena yang dibutuhkan kehadiran kita, interaksi, dan main bersama membuat mereka merasa punya teman. Itu bagus buat kesehatan mereka," katanya. Lebih lanjut, Prisia Nasution meyakini, orang orang yang masuk kedalam ODGJ, bisa membuat orang yang sehat mendapatkan nilai kehidupan setelah bertemu.

"Pulang bertemu para ODGJ ini kita punya penilaian sendiri. Pulang dari sana, kita bisa mendapatkan banyak hal lah yang bermanfaat," ujar Prisia Nasution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *