Pengamat Rocky Gerung membeberkan pengalamannya saat menjadi dosen pembimbing artis Dian Sastrowardoyo. Hal itu diungkapkan Rocky dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, Minggu (21/6/2020). Seperti diketahui, Dian Sastro pernah mengenyam pendidikan strata satu di Universitas Indonesia.

Saat itu, Dian Sastro mengambil Jurusan Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya. Istri Indraguna Sutowo itu menyelesaikan pendidikan strata satunya pada Juli 2007 silam. Siapa sangka, ternyata Rocky sempat menjadi dosen pembimbing Dian Sastro.

Dalam obrolan secara virtual dengan Ustaz Abdul Somad (UAS), Rocky membeberkan pengalamannya selama menjadi dosen pembimbing Dian Sastro. Mulanya UAS menanyakan bagaimana perasaan Rocky saat menjadi dosen dari Dian Sastro. "Saya ada pertanyaan yang cukup serius Bung Rocky, apa sih rasanya jadi dosen Dian Sastro?" tanya UAS yang disambut tertawa terbahak Rocky.

"Ha ha ha, ini pertanyaan yang paling membahagiakan karena diucapkan oleh seorang ustaz, kalau wartawan gampang." "Pertanyaan saya mengapa pertanyaan itu harus dikhususkan ditanyakan oleh Ustaz Abdul Somad," ujar Rocky. Rocky mengatakan, banyak orang yang menanyakan hal itu kepada dirinya.

Pria kelahiran 20 Januari 1959 itu mengatakan, tidak ada yang spesifik dari seorang Dian Sastro. Namun, Rocky mengaku kemampuan intelektual Dian Sastro yang cukup mumpuni. "Cuma pada waktu itu, Dian Sastro publik figur dikenal di semua stasiun televisi semua mata kamera selalu membuntuti dia."

"Lalu dia masuk departemen filsafat, saya kebetulan ngajar di situ waktu Dian masuk, saya tahu perkembangan intelektualnya," terang Rocky. Saat menyusun tugas akhir, yakni skripsi, Rocky mengatakan, Dian Sastro meminta dirinya untuk menjadi dosen pemimbing. Namun, lantaran tak ingin ada gosip, Rocky meminta Dian Sastro untuk izin terlebih dulu pada ketua departemen saat itu.

Setelah ketua departemen mengizinkan, barulah Rocky membimbing penulisan skripsi Dian Sastro. "Selama bimbingan karena dia publik figur sudah pasti macam macam perspektif ada," terang Rocky. Saat menjelang ujian skripsi, Rocky mengajukan beberapa syarat untuk pelaksanaan ujian skripsi Dian Sastro.

Pertama, ujian skripsi dilakukan secara terbuka, semua orang bisa menyaksikan ujian tersebut, termasuk pers. Padahal, sebelumnya ujian skripsi di Universitas Indonesia dilakukan secara tertutup hanya disaksikan oleh beberapa dosen saja. "(Bisanya) ujian itu tertutup, hanya beberapa dosen di situ yang boleh ikut, saya merasa oke ini banyak isu, saya bilang saya melawan ketentuan di UI."

"Saya bilang ujian akan terbuka, semua orang boleh nonton, pembelaan skripsinya Dian Sastro bahkan pers boleh datang." "Itu pertama kali saya terobos aturan karena saya mau bilang harus fair, kalau Dian nggak bisa jawab, dia akan diolok olok orang satu kampus, lain kalau tertutup kan bisa saling membahagiakan," papar Rocky. Syarat kedua, Rocky selaku dosen pembimbing tidak akan memberikan nilai untuk Dian Sastro.

"Lalu saya bilang ke Dian Sastro dan kepada pimpinan departemen filsafat, saya pembimbingnya tapi saya nggak akan kasih nilai, jadi silahkan kalian kasih nilai." "Jadi kalau dia memang bodoh kasih dia nilai D, kalau dia pintar kasih dia nilai A, itu disepakati," ungkap Rocky. Menurut Rocky, itu kali pertama seorang pemimbing tidak memberikan nilai untuk mahasiswa bimbingannya.

Rocky mengatakan, hal itu dilakukan agar adil, bahwa tidak ada keistimewaan untuk mahasiswa sekalipun artis. Meski tak mendapat nilai dari Rocky, Dian Sastro berhasil lulus dengan mendapat nilai A dari para dosen penguji. "Saya bilang pada Dian Sastro, anda harus fight sendiri dengan argumen, hasilnya apa? Sidang terbuka, saya tidak kasih nilai, Dian Sastro dapat A."

"Jadi saya bilang kalau orangnya pintar lihat saja kepintarannya, jangan ditambah tambah dengan variabel keartisan dan sebagainya," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *