Mengenal obesitas secara keseluruhan tentu penting untuk diketahui terutama bagi orang tua yang sedang memahami tumbuh kembang anaknya. Kondisi seperti ini nyatanya mengakibatkan banyak masalah baru lagi khususnya dengan terhambatnya  fungsi organ dalam sehingga harus diatasi.

Ketahui Perbedaan Overweight dan Obesitas

Jadi tidak semua orang yang terlihat gemuk dapat dikategorikan langsung sudah mengalami obesitas. Kondisi ini berbeda antara overweight dimana hanya memiliki berat badan melebihi atau di atas normal pada umumnya berdasarkan kelompok umur tertentu.

Sementara untuk obesitas akan mengarah kepada kondisi penumpukan lemak tubuh yang berlebih sehingga membuat seseorang akhirnya memiliki berat badan melebihi normal. Tidak hanya itu, keadaan seperti ini juga memiliki efek buruk bagi kesehatan seperti terhambatnya ruang gerak.

Berdasarkan riset dari Riskesdas atau Riset Kesehatan Dasar di tahun 2018 silam, tercatat bahwa perempuan dewasa memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas jika dibandingkan dengan pria. Hal ini tentu dikarenakan banyak faktor terutaam perbedaan hormone.

Ciri-Ciri Mengalami Obesitas

Obesitas memang bisa dilihat secara fisik terkait dengan bentuk tubuhnya yang lebih besar dan gempal daripada lainnya dalam kelompok umur sama. Hal seperti ini menjadi ciri paling utama sebagai indikasi bahwa seseorang dikatakan sedang mengalami gangguan tersebut.

Ada juga beberapa ciri-ciri mengalami obesitas yang tidak dapat dilihat secara fisik. Sulit tidur dan mengalami depresi nyatanya menjadi indikator jika seseorang sedang mengalaminya. Hal ini memang kurang begitu disadari sehingga alangkah lebih baik  memang segera konsultas ke dokter.

Sementara untuk ciri lain yang bisa dilihat secara fiisk yaitu lebih sering berkeringat, nafas terasa berat dan sering mengalami masalah kulit misalnya bisul. Sebagai orang tua sudah seharusnya lebih sensitif pada kondisi apapun dari anaknya.

Faktor Pemicu Obesitas

Obesitas tentu disebabakan oleh beberapa pemicu tertentu. Pertama yaitu seseorang bisa saja pernah mengidap penyakit seperti cushing atau ovarium polikistik. Kedua gangguan kesehatan tersebut memang memicu tubuh menjadi mudah mengalami kegemukan meskipun pola makan sudah terjaga.

Penyebab berikutnya yaitu faktor genetika yang menurun dari darah ibu dan ayah. Berdasarkan pendapat Kementerian Kesehatan Republik Indoosia sendiri, jika orang tua sudah gemuk, maka anak-anak juga sama-sama akan mengalami kegemukan sebesar 40 hingga 50% kemungkinannya.

Pola makan yang tidak sehat menjadi penyebab obesitas berikutnya. Biasanya terjadi ketika seseorang suka sekali makanan dengan kalori sangat tinggi misalnya minuman berpemanis, ketang goreng, minuman bersoda dan masih banyak lagi.

Resiko Akibat Obesitas

Hal ini menjadi berbahaya ketika obesitas yang dibiarkan dalam waktu lama akan membuat banyak gangguan kesehatan baru lainnya. Resiko paling utama yaitu stroke dan jantung dimana penyakit ini paling ditakuti oleh seluruh orag di dunia. Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan kolesterol.

Resiko lainnya yang juga dinilai cukup berbahaya yaitu sleep apnea. Istilah ini mengarah pada gangguan tidur dimana akan membuat seseorang akhirnya berhenti bernafas dalam sementara waktu. Kondisi seperti ini lebih sering dialami bagi orang dengan penumpukan lemak di bagian leher.

Resiko dari obesitas lainnya yakni diabetes. Hal ini disebabkan karena orang-orang memang menyukai makanan manis dan gurih sehingga memiliki banyak sekali kandungan gula. Penyakit osteoarthritis juga menjadi salah satu akibatnya lantaran penipisan tulang rawan lantaran berat badan terlalu tinggi.

Mengenal obesitas secara keseluruhanmemang cukup penting untuk diketahui. Mengingat bahwa masih banyak resiko akibatnya ke depannya sehingga sangat disayangkan jika mengalami hal ini namun tidak segera diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *