Museum Louvre atau Musée du Louvre dikenal sebagai satu di antara deretan museum seni paling ikonik di dunia. Selain menjadi museum seni, Museum Louvre juga menjadi monumen bersejarah di Paris, Prancis. Ada ribuan karya seni Eropa yang berasal dari Abad Pertengahan hingga 1848 hingga koleksi peradaban Romawi Kuno, Mesir Kuno, Yunani Kuno, oriental, serta karya seni grafis Islam.

Termasuk lukisan Mona Lisa, Raft of the Medusa, Venus de Milo, dan lainnya. Total, ada sekitar 35.000 koleksi dalam Museum Louvre. Sebelum Raja Prancis, Philip II bertempur di Perang Salib pada 1190, ia memerintahkan pembentukan daerah Seine di sepanjang perbatasan barat Paris melawan musuh.

Ada satu konstruksi dari pihak istana yang dikelilingi parit dan menara pertahanan, juga menjadi penjara bagi para penjahat. Seiring waktu, konstruksi lain membuat daerah ini menjadi lebih kuat sehingga mengurangi kebutuhan akan menara perang. Pada 1500 an, Raja Francis I membangun kediamannya di situs yang sama.

Sebagai pencinta seni, rumah Francis dan koleksi karya seninya mengisyaratkan seperti apa jadinya Museum Louvre nanti. Pada 1793, sebagian dari Louvre menjadi museum umum. Sebelum karya seninya ditampilkan secara terbuka untuk konsumsi publik, Louvre mengundang para seniman untuk tinggal dan bekerja di dalamnya dan memperlakukan situs ini sebagai retret kreatif.

Pada 1608, Henri IV mulai menawarkan studio dan tempat tinggal di Louvre kepada para seniman. Di Louvre, mereka bisa memahat, melukis, dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Namun, pada abad ke 18, jumlah penghuni liar yang semakin banyak membuat Louvre berantakan.

Sehingga, ketentuan residensi bagi para seniman itu pun akhirnya dihapus. Setelah dinobatkan sebagai kaisar pada 1804, Napoleon Bonaparte tidak terlalu bangga. Setelah memelopori transformasi Louvre dari pusat budaya menjadi monumen untuk memperingati dirinya, Napoleon Bonaparte mengubah namanya menjadi Musée Napoléon dan menggantung lukisan Mona Lisa di kamar tidurnya.

Lukisan Mona Lisa pernah dicuri dalam aksi yang tidak terlalu rapi. Para penjahat mengangkat Mona Lisa dari dinding tempatnya bertengger di Louvre pada 1911. Tiga teknisi Italia bersembunyi di museum semalaman, lalu menurunkan lukisan itu dari dinding dan membawanya ke depan publik.

Satu dari pelaku mencoba menjualnya dua tahun kemudian, tetapi ada seorang calon pembeli yang merasa curiga dan menelepon polisi. Liputan media berikutnya dianggap sebagai satu alasan mengapa Mona Lisa menjadi lukisan yang paling terkenal di dunia. Pada 2013, hampir separuh dari 450 pegawai museum menolak untuk masuk kerja karena ada pelaku pencopetan di tempat tersebut.

Para karyawan mengatakan, banyak pelaku kriminal remaja di sana. Pasalnya, mereka yang berusia di bawah 18 tahun dapat masuk Museum Louvre gratis. Pencopet muda itu menyasar pada wisatawan Amerika dan membuat para staf museum kesal.

Akhirnya pihak berwenang sepakat untuk meningkatkan langkah langkah keamanan dan para staf pun dapat kembali bekerja di unit unit mereka di Louvre.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *