Selama ini, kita sudah mengetahui bahwa sebuah masker hanya boleh digunakan selama enam jam dan harus diganti sesudahnya. Namun pada penggunaan face shield apakah berlaku waktu dan cara yang sama?

Dokter Zainah Fitriah dari Junior Doctors Network Indonesia menerangkan penggunaan face shield selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru juga tergantung tempat atau lokasi kita berada.

“Kalau face shield sendiri sih sebenernya selama pemakaian sampai enam jam enggak ada masalah. Hanya saja tergantung kita ada di mana gitu,” ujar Zainah beberapa waktu lalu.

“Saat kita ada di tempat-tempat yang memang sangat rawan sekali penularan COVID-19, setelah kita keluar dari daerah yang rawan itu ada baiknya kita ganti ataupun dicuci (face shield),” sambungnya.

Face Shield untuk Pekerja Mall

Untuk para pekerja di mall, seperti petugas keamanan, penggunaan face shield secara tepat juga perlu diketahui. Hal ini meminimalisirkan kemungkinan terjadi penularan virus Corona.

“Buat pekerja di mall, biasanya sih mereka ada jam istirahat shift ya. Jadi, saat jam istirahat, jangan sampai kita letakkan face shield lalu kita langsung pakai kembali,” Zainah menjelaskan.

“Sebelum kita pakai kembali, ada baiknya untuk kita cuci. Karena kita enggak tahu saat kita taruh, ketemu kuman di mana, kemudian nempel. Ada baiknya juga kita ganti,” sambungnya,

Face Shield Dilengkapi Masker

Ketika kita menggunakan face shield, masker juga tetap disarankan untuk dipakai. Cara ini memberikan perlindungan optimal dari percikan (droplet) yang mengandung virus Sars-CoV-2.

“Menggunakan face shield tanpa masker kami ibaratkan menggunakan payung, yang bisa melindungi dari atas tapi tidak melindungi dari samping,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto beberapa waktu lalu.

“Tetap gunakan masker sebagai pengaman. Ibaratnya menggunakan jas hujan yang penuh, sehingga bukan hanya melindungi percikan dari atas juga samping bisa dihindari,” sambungnya.

Yuri menyarankan pilih masker yang nyaman saat menggunakan face shield.

“Jika masker tidak nyaman, misalnya terlalu tebal, itu bisa membuat kita tak sadar menurunkan dari hidung. Alhasil, hanya mulut yang terlindungi, hidung tidak,” ujar Yuri.

“Buatlah desain yang baik agar tidak menutup hidung dan mulut secara ketat tapi mampu melindungi saluran napas, hidung dan mulut, dengan baik,” tandasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *