SURABAYA Satu diantara lima orang tersangka atas kasus investasi bodong Memiles PT Kam and Kam, Martini Luisa alias Dokter Eva ternyata anak pertama dari Johny Indo. Saat ini pihak keluarga sedang mengupayakan Martini agar diberi keringanan untuk bisa mengikuti prosesi pemakaman ayahnya kawasan di Jakarta Utara. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan, Martini Luisa meminta keringanan pada pihak penyidik untuk memperbolehkan dirinya menghadiri pemakaman mendiang ayahnya, Johny Indo.

Senin (27/1/2020) besok, Martini akan diantar oleh personel Polda Jatim dan kepolisian setempat ke Jakarta Utara untuk menyaksikan prosesi pemakaman ayahnya. "Dikawal sesuai dengan SOP pengawalan sebagai tersangka. Kami juga libatkan juga unsur dari personel polisi wanita," katanya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (26/1/2020). Keringanan itu diberikan pihak penyidik selama proses pemakaman itu berlangsung.

Rencananya, ungkap Trunoyudo, diberangkatkan pada Senin pagi. "Pada saat pemakaman aja," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus investasi bodong berbasis aplikasi 'Memiles' yang dijalankan 'PT Kam and Kam', Jumat (3/1/2020).

Perusahaan yang berkantor di kawasan Sunter Jakarta itu, baru berumur delapan bulan. Namun sudah memiliki sedikitnya 264.000 orang member aplikasi, dan dalam kasus ini diperoleh total kerugian sekitar Rp 761 Miliar. Kasus tersebut mulai masuk tahap penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda Jatim sejak Desember 2019 silam.

Hasilnya, dua orang petinggi perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Jumat (3/1/2020). Delapan hari pasca kasus tersebut dirilis, Ditreskrimsus Polda Jatim kembali merilis dua tersangka baru, yakni Martini Luisa (ML) alias Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT, Jumat (10/1/2020). Kemudian, dua pekan pasca rilis kasus, penyidik kembali mengungkap tersangka kelima, bernama Sri Wiwit (SW) yang bertugas sebagai penyalur barang hadiah bonus (Reward) ke member, Kamis (16/1/2020).

Untuk diketahui, Johny Indo merupakan aktor kawakan yang tercatat pernah membintangi belasan film laga tanah air. Sebelum karir aktornya mentereng setelah membintangi 14 film laga dari medio 1987 hingga 1991, pria ceking yang khas dengan kumis hitamnya itu pernah terlibat kasus kriminalitas yang sensasional. Johny pernah terlibat aksi perampokan toko emas seberat 129 kiligram di Cikini, Jakarta Pusat, 41 tahun lalu, di tahun 1979.

Kabarnya, aktor kawakan itu, meninggal dunia di Jakarta sekitar puku 07.42 WIB, Minggu (26/1/2020). Santa menuturkan, jikalau kakeknya itu sempat menderita sakit. "Dia sakitnya cuma hernia sama jatuh, abis operasi hernia itu kurang lebih sebulan. Karena anak anaknya kerja, dia mungkin di rumah mau ambil apa apa jatuh. Mulai dari situ enggak bisa bangun, sakit,” katanya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *