Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud dapat membuka kembali kegiatan belajar di sekolah pada Juli 2020. Namun, Dedi mengatakan syaratnya khusus daerah yang sudah tidak ada kasus virus corona atau Covid 19. "Tapi jika diberlakukan (buka sekolah Juli), menurut hemat saya tidak bisa sekaligus anak sekolah masuk, harus jaga jarak, pakai masker. Yang biasa kelas 40 orang, mungkin yang boleh masuk 20 orang, jadi secara bertahap," sambung Dede.

Dede mencontohkan, sekolah dapat dibuka di daerah zona hijau seperti daerah pinggir, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama ini juga mengalami kendala saat menjalankan metode belajar dengan sistem daring. "Kalau di sana tidak ada kasus lagi, tidak ada penyebaran dan sudah hijau, boleh bulan Juli ini. Tapi boleh atau tidaknya dibuka sekolah tidak serempak, belum ada pembahasan secara khusus," tutur Dede. Oleh sebab itu, Dede mengaku akan menanyakan kepastian pembukaan sekolah pada rapat Komisi X DPR dengan Kemendikbud yang akan dilaksanakan pada pekan depan.

"Rencana Senin besok rapat dengan per direktorat, masih pembahasan anggaran. Tapi, kami bisa tanyakan juga opsi apa yang akan diambil Kemendikbud," kata Dede. Menurut Dede, saat rapat dengan Kemendikbud sebelumnya telah dipaparkan tiga skenario pembukaan sekolah kembali di tengah situasi saat ini. Skenario pertama, kata Dede, sekolah dibuka pada Juli 2020 dengan catatan pandemi Covid 19 telah dinyatakan berakhir.

Artinya, daerah tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan BNPB telah mencabut status tanggap darurat terkait Covid 19. "Skenario kedua yaitu jika ternyata belum bisa dicabut (PSBB atau tanggap darurat), tetap belajar dilakukan secara daring. Artinya, semester depan belajarnya masing menggunakan metode daring," papar politikus Partai Demokrat itu. Sementara skenario ketiga, Kemendikbud menggeser tahun ajaran baru pada Januari 2021, seperti telah dilakukan beberapa negara dalam menyikapi pandemi Covid 19.

"Ini masih dikaji karena akan berdampak pada kampus atau sekolah yang melakukan penerimaan mulai bulan Mei ini. Ini kan akan merubah seluruh sistem pendidikan di Indonesia," tutur Dede.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *