Suasana harmonis pasangan suami istri di Tangerang, Banten, seketika berubah menjadi malapetaka. Edi Punawa Ong (72) tiba tiba mengambil pisau dapur dan menikam tubuh istrinya, Nur Khayati (50), berkali kali. 15 tusukan benda tajam yang dihujamkan Edi membuat nyawa Yati tidak bisa tertolong.

Keduanya asyik bercanda menikmati situasi intim pasangan suami istri tersebut. Namun canda tersebut berubah menjadi petaka. Entah apa yang dicandai, korban melempar pelaku dengan asbak.

Setelah dilempar sang istri menggunakan asbak, Edi naik pitam dan keributan pun terjadi. Kondisi memanas, Edi mengambil pisau dan langsung menikam istrinya. Sontak korban pun mengalami pendarahan hebat.

Tubuhnya bersimbah darah akibat ditikam suaminya. Kemudian anaknya yang bernama Lingling datang dan berteriak minta tolong. Teriakan anak korban membuat warga di sekitar lokasi kejadian berdatangan.

"Anaknya bernama Lingling mencoba melarikan ibunya ini ke Rumah Sakit Sangiang. Tapi sayangnya nyawanya tidak bisa diselamatkan," kata Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim, Minggu (9/2/2020) dilansir dari wartakota. Polisi pun segera ke lokasi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi dimintai keterangan.

"Korban mengalami luka parah diduga akibat tusukan benda tajam yang bertubi tubi," ungkapnya. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi. Seperti 1 bilah pisau, 1 garpu makan, 1 unit handphone milik korban dan 1 handphone milik tersangka.

"Setelah melakukan aksinya itu pelaku masih bertahan di dalam rumah. Dia bersembunyi di lantai atas, tapi sudah berhasil kami amankan," kata Rachim. Tersangka diamankan petugas kepolisian tanpa perlawanan di rumahnya sendiri di kawasan Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring mengatakan Edi ditangkap di lantai dua rumahnya.

Menurutnya, saat jajaran Polsek Jatiuwung mendatangi rumah tempat pembunuhan itu, korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga sekitar. Sementara, Edi bertahan di lantai atas rumahnya tidak berusaha kabur. "Pelaku masih bertahan, ada di dalam rumah tepatnya di lantai dua. Saat anggota memanggil pelaku untuk segera turun dari lantai dua dan pelaku menuruti," jelas Aditya.

Dari kronologi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali mengatakan, motif pelaku menikam istrinya karena kesal dan dalam keadaan mabuk. "Iya motifnya enggak ada motif lain. Karena dalam kondisi mabuk," jelasnya. Saat ini, Edi sedang diperiksa secara psikis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk waktu yang belum ditentukan.

Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali, mengatakan, saat ini pelaku belum ditentukan status hukumnya. Zazali mengatakan, pelaku diduga mengalami gangguan mental, terlebih dalam kondisi mabuk saat menikam sang istri. Hal itu berkaitan dengan pasal 44 KUHPidana, tentang bebas hukum bagi orang dengan gangguan jiwa.

Saat ini, Edi sedang menjalani pemeriksaan psikis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk waktu yang belum ditentukan. "Sementara belum kita amankan, sementara kita observasi. Karena diduga ada gangguan depresi. Belum dapat hasilnya kita. Nantikan dilihat tingkah lakunya sehari hari. Pola makannya, kalau harinya rnggak ada patokannya lah ya," jelasnya. Aparat juga sudah menyampaikan tindakan pemeriksaan psikis itu kepada keluarga.

"Cuma permasalahannya, keluarga juga sudah saya kasih tahu, gimana, keluarga juga mengerti." "Karena kalau dipaksa di kita, dia depresi kan ganggu tahanan yang lain, makanya kita bawa ke Rumah Sakit Kramat Jati," jelasnya. Rasa cinta keduanya semakin menjadi jadi sehingga keduanya memutuskan untuk menikah pada tahun 2010.

Hingga sekarang keduanya dikaruniai seorang anak wanita yang berusia 17 tahun. Seiring berjalanya waktu, entah apa yang terlintas di pikiran Edi hingga tega menghabisi wanita yang menemani hidupnya belasan tahun itu. Tetangga korban, Muhayar menuturkan kesaksiannya terkait kehidupan Edi dan Yati.

"Istrinya (Yati) yang membesarkan dua perusahaannya yang ada di sini (Periuk). Kalau Edi keseringan di rumah," ucap Muhayar di dekat lokasi kejadian, Sabtu (8/2/2020). Kendati demikian, lanjut Mahyar, pelaku memang sebelumnya bekerja di satu perusahaan yang ada di Indonesia. "Pertama ke Indonesia dia kerja di PT Indo Paper terus buka pabrik sendiri dan bertemu dengan Bu Yati," sambungnya.

Setelah keduanya memutuskan untuk menikah usaha yang dimiliki Edi sempat bangkrut. Namun Yati mengelolanya dan akhirnya kembali bangkit. "Sempat bangkrut tapi kembali bangkit karena dikelola sang istri. Yati baik sekali orangnya," katanya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *