Menyusul sejumlah lockdown atau penguncian di beberapa negara karena Covid 19, banyak orang yang akhirnya kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Kondisi yang memperihatinkan ini kemudian menginspirasi seorang pengusaha di Vietnam. Hoang Tuan Anh menciptakan mesin ATM beras untuk menyediakan bahan pangan pokok ini gratis kepada para pengangguran baru dan warga kurang mampu di sana.

Mengutip , Vietnam telah melaporkan 265 kasus Covid 19. Sejauh ini belum ada kematian di negara tersebut. Ini tidak lepas dari upaya pemerintah memberlakukan jarak sosial secara ketat selama 15 hari terhitung dari 31 Maret silam.

Namun sejak saat itu, banyak usaha kecil terpaksa tutup dan ribuan orang diberhentikan kerja sementara waktu. Suami Nguyen Thi Ly, salah satu warga Kota Ho Chi Minh termasuk di antara mereka yang kehilangan pekerjaan. "ATM beras ini sangat membantu. Dengan satu kantong beras ini, kita dapat memiliki cukup untuk satu hari," kata ibu tiga anak ini.

"Sekarang, kita hanya perlu makanan lain. Tetangga kita terkadang memberi kita makanan sisa, atau kita punya mie instan." Banyak diantara pengakses ATM beras itu merupakan penjual jalanan, pembantu rumah tangga dan penjual tiket lotre. Pengusaha ini, Anh awalnya menyumbangkan bel pintu dengan teknologi pintar kepada sejumlah rumah sakit di Kota Ho Chi Minh.

Setelah itu, bersama keahliannya dalam hal teknologi dia menciptakan mesin untuk mendistribusikan bahan makanan pokok. Media pemerintah mengatakan, ATM beras yang serupa juga didirikan di sejumlah kota besar seperti Hanoi, Hue, dan Danang. Karyawan Anh yang memantau ATM beras itu tidak ingin berkomentar banyak.

Namun Anh sendiri mengatakan pada pemerintah, bahwa dia ingin orang orang memiliki akses untuk mendapatkan makanan secara mudah. Dia merujuk kondisi perekonomian Vietnam dan dunia yang sedang dilanda krisis kesehatan ni. "Saya menyebut mesin ini sebagai 'ATM beras' karena orang dapat menarik beras dari sana"

"Meyakinkan bahwa masih ada orang baik di luar sana yang ingin memberi mereka kesempatan kedua," katanya. Sementra itu, Ly salah satu warga terdampak pandemi ini dan hidup di pinggiran Vietnam. Setelah mendengar perihal ATM beras ini dia langsung mencarinya ke kota dan merasa takjub.

"Saya membaca tentang ATM beras ini di internet. Saya datang untuk memeriksanya, dan tidak bisa percaya itu keluar dengan nyata." "Saya sangat berharap para sponsor akan terus melakukan ini sampai akhir pandemi," kata Ly. Mengutip , sejumlah langkah dilakukan pemerintah Vietnam demi menanggulangi wabah ini.

Antara lain menangguhkan ekspor beras, namun perkembangan terakhir mengatakan bahwa otoritas akhirnya membuka kembali ekspor pada April ini. Sebanyak 400.000 ton beras rencananya akan diekspor. Kemudian pemerintah juga menunda pembayaran pajak sewa tanah demi membantu bisnis yang terdampak corona.

Melangkah ke pelayanan kesehatan, siapa pun yang mengunjungi fasilitas medis akan diperlakukan sebagai pasien yang diduga COVID 19 dan akan diuji sesuai dengan Kementerian Kesehatan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *