Seorang pria di India meninggal tepat satu hari setelah pernikahannya. Sedangkan 30 tamu undangan yang menghadiri pernikahan tersebut positif terinfeksi virus corona atau Covid 19. Kabar tersebut sontak saja membuat satu desa panik.

Pasalnya seluruh warga di desa tersebut menghadiri pesta penikahan itu. Acara pernikahan diselenggarakan pada 17 Juni lalu. Acara pernikahan digelar di wilayah Patna.

Pengantin pria diketahui bekerja di Gurgaon. Ia datang dari Gurgaon dengan menggunakan kendaraan pribadi. Ia langsung menuju ke tempat pernikahan di Naubatpur Patna.

Berdasarkan keterangan para penduduk desa, pengantin pria mengalami sakit bahkan ketika upacara pernikahan dilaksanakan. Namun, prosesi pernikahan itu tetap berlangsung dan pengantin pria beserta istrinya diantar pulang ke rumah mereka. Pada sore hari, pasca akad nikah itu, acararesepsi pernikahanbesar digelar.

Banyak sekali tamu undangan yang datang untuk memenuhi undangan tersebut. Keesokan harinya, kondisi pengantin pria semakin memburuk dan dia dibawa ke pusat kesehatan pemerintah setempat yang berlokasi di Paliganj. Karena kondisinya tak menunjukkan perbaikan, dia dipindah ke All India Institute of Medical Sciences di Patna.

Namun, dia malah pingsan ketika kendaraan yang mengantarnya baru sampai di gerbang masuk tempat perawatan itu. Setelah dia dinyatakan tewas, keluarganya membawa jasad pria itu pulang. Jenazah dikremasi tanpa menginformasikan kepada otoritas kesehatan.

Tidak jugadilakukan serangkaian tes apakah dia terkena virus corona atau tidak. Sementara itu, beberapa penduduk desa telah memperingatkan kepada pejabat setempat dan menginformasikan mereka tentang bagaimana peristiwa meninggalnya sang pengantin pria setelah hari pernikahannya. Mereka juga menginformasikan kepada pejabat setempat bahwa pengantin pria itu tiba dari Gurgaon sebuah wilayah di Haryana, salah satu negara bagian India yang paling terdampak akan wabah virus corona.

Pihak Departemen Kesehatan Negara kemudian bergegas menuju titik kejadian perkara . Mereka mengumpulkan beberapa sampel dari 125 penduduk desa yang menghadiri pernikahan. Pasca pemungutan sampel dan pemeriksaan, sebanyak 15 dari 125 sampel positif terinfeksi virus corona.

Pada 20 Juni, otoritas kesehatan negara bagian mengumpulkan sampel lebih dari 81 orang dari area terdampak. Dari 81 sampel, 16 orang positif corona. "Kebanyakan orang yang positif mengidap corona adalah mereka yang menghadiri pernikahan," ujar Dr Ramanujam, seorang pejabat kesehatan kepada media pada Rabu (23/6/2020).

Dia menambahkan bahwa situasinya saat ini sedang dipantau dengan saksama. Menurut laporan terakhir dari Departemen Kesehatan Bihar, India, sebanyak 55 orang dinyatakan tewas dan 8.100 orang lainnya terinfeksi. Dari total angka positif, sebanyak 5.174 orang merupakan pekerja migran yang pulang ke kampung halaman mereka setelah lockdown nasional di India.

Pemerintah negara bagian telah menutup 13.000 pusat karantina. Sebelumnya telah disebar di penjuru negara bagian.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *