Norsenah (35), warga Banua Hanyar, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin menjadi salah satu masyarakat yang merasakan langsung besarnya manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS). Dirinya mengungkapkan rasa bahagianya karena terdaftar sebagai peserta JKN KIS. Norsenah dan keluarga merupakan peserta yang terdaftar sebagai peserta JKN KIS dari segmen Peserta yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (PD Pemda) dari pemerintah Kabupaten Tapin. Saat bercerita pada Kamis (10/12), ingatannya kembali pada kejadian di pertengahan tahun 2016. “Ulun (saya red) tidak tahu lagi kalau saat itu belum punya KIS. Saat usia kandungan saya terus bertambah, suami saya meninggal. Langsung terbayang gimana caranya nyiapin biaya persalinan,” kisah Norsenah.

Diceritakan oleh Norsenah, dirinya yang hanya berprofesi sebagai seorang penjahit dirumahnya sempat pasrah akan persiapan biaya persalinannya. “Semenjak ditinggal suami, penghasilan satu satunya cuma dari saya menjahit ini, itu pun tidak pasti ada setiap hari. Apalagi sudah dikasih tahu bidan kemungkinan saya harus persalinan di rumah sakit,” lanjutnya. Berbagai upaya kemudian dilakukan oleh Norsenah guna memenuhi persiapan biaya persalinannya. Namun, rasa khawatir akan tidak tercukupinya biaya itu terus menghantuinya sebelum akhirnya ia memperoleh informasi bahwa seluruh proses persalinannya akan dapat tercover oleh kartu KIS miliknya.

Pengalaman menjadi pasien dengan jaminan JKN KIS di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Sanggul pada medio 2016 itu menjadi salah satu hal yang tidak dapat dilupakan oleh Norsenah. “Ketika saya masuk Rumah Sakit, semuanya berubah, semua rasa takut saya sebelumnya sama sekali tidak ada lagi karena sudah yakin akan dijamin JKN KIS,” ujar Norsenah. “Kadang masih tidak percaya, selembar kartu seperti ini bisa menjamin operasi kelahiran anak saya,” sambungnya. Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa sang anak, Salma Isnaini (4), juga beberapa kali mendapatkan manfaat dari program JKN KIS.

“Sejak lahir hingga sekarang, anak saya beberapa kali juga pakai KIS untuk periksa ke Puskesmas atau ke rumah sakit, dan semuanya terjamin, tidak ada pernah ditarik biaya sendiri sama sekali,” jelas Norsenah. Dirinya menutup kisahnya dengan sebuah harapan besar agar program JKN KIS akan terus berlangsung, menjangkau seluruh penduduk Indonesia. “Harapan saya tentu supaya tetap berlangsung program ini. Semoga penduduk lain yang belum terdaftar akan segera terdaftar dan merasa aman karena punya jaminan ketika membutuhkan layanan kesehatan,” ucap Norsenah mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *