Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, baru baru bertemu dengan NF (15). NF merupakan tersangka pembunuhan bocah berusia 5 tahun sekaligus korban pemerkosaan. NF kini diketahui tengah hamil 14 minggu setelah diperkosa olah dua paman dan kekasihnya.

Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto pun menemui NF di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta. Kak Seto bertemu dengan NF pada Minggu (17/05/2020). Seperti yang sempat ramai diberitakan, NF diketahui membunuh seorang bocah berusia 5 tahun yang berinisial APA.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (6/3/2020) lalu. NF terbukti membunuh anak tetangganya dengan cara menenggelamkan kepala bocah tersebut ke bak mandi. Setelah membunuh APA, NF menyimpan jenazah korban di dalam lemari di rumahnya.

NF bahkan tidur semalam dengan mayat bocah berusia 5 tahun yang telah dibunuhnya tersebut. Ketika menyerahkan diri ke polisi dan mengakui perbuatannya, NF mengaku tak menyesal. Remaja berusia 15 tahun ini mengaku tak menyesal telah membunuh APA.

Namun hal berbeda justru diungkapkannya ketika bertemu dengan Kak Seto. Dalam pertemuan itu, NF sempat bercerita kepada Kak Seto bahwa dia menyesal telah membunuh APA (5). "Ya artinya sangat menyesali bahkan dia (NF) menyatakan meminta maaf kepada keluarganya dan kepada masyarakat jadi artinya dia cukup merasa bahwa itu salah dan tindak tidak bisa dibenarkan,” ujar dia saat dihubungi, Senin (18/5/2020).

Meski demikian, Kak Seto melihat ada penyebab utama FN melakukan pembunuhan tersebut. Faktor utamanya adalah dirinya merupakan korban pemerkosaan orang terdekat. Kekecewaan dan ketidakstabilan emosi dalam dirinya membuat dia tidak terkontrol. Alhasil, perbuatan di luar akal sehat pun dilakukan, termasuk melakukan pembunuhan.

"Kepanikan pokoknya ingin meledakkan amarahnya, sakit hatinya itu bisa kepada siapa pun juga termasuk bisa bunuh dirinya sendiri," terang dia. Namun untuk saat ini, kondisi NF sudah semakin stabil semenjak dirawat di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Dia pun mengapresiasi perlakuan yang dilakukan Kemensos terhadap NF sehingga kondisi psikologis remaja itu kembali pulih.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tahan Marpaung mengatakan, polisi telah menetapkan tiga tersangka pemerkosaan terhadap NF, remaja tersangka pembunuhan bocah yang mayatnya disimpan di lemari. Akibat pemerkosaan tersebut, NF kini tengah mengandung selama 3,5 bulan. Menurut Tahan, pelaku pemerkosaan terhadap NF adalah dua pamannya dan kekasihnya.

"Betul (pelaku pemerkosaan adalah paman dan kekasihnya)," kata Tahan saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020). Saat ini, penyidikan kasus pemerkosaan itu sudah rampung. Berkas perkara ketiga tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Sudah P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap)," ungkap Tahan. Kabar baru yang cukup mengejutkan yakni ternyata NF yang baru berusia 15 tahun ini sedang hamil. NF ternyata menjadi korban pemerkosaan hingga menyebabkan dirinya hamil.

Informasi ini dibenarkan oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat. "Ya betul (NF merupakan korban pelecehan seksual). NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual," kata Harry saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (14/5/2020). Usia kandungan NF sendiri kini sudah memasuki 14 minggu.

Harry Hikmat juga mengatakan kalau NF diperkosa oleh tiga orang terdekatnya. "(NF) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu" ungkap Harry Hikmat. Terkait kasus pemerkosaan terhadap NF, polisi pun melakukan penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tahan Marpaung, mengatakan bahwa pihaknya kini telah menetapkan tiga tersangka pemerkosaan terhadap NF. NF ternyata disetubuhi oleh tiga orang terdekatnya. Ketiga orang yang memperkosa NF yang paman dan kekasihnya.

Kini penyidikan kasus pemerkosaan terhadap NF telah lengkap. Berkas perkara ketiga pelaku pemerkosaan NF juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. "Sudah P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap)," ujar Tahan Marpaung.

Saat ini NF diketahui didampingi oleh seorang psikolog yang memberi terapi kepadanya selama berada di Balai Anak Jakarta. Tak seperti tersangka pembunuhan lainnya, NF kini berada di Balai Anak Jakarta untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Tahu dirinya hamil, NF pun mengungkap keinginannya.

Hal ini disampaikan oleh Harry Hikmat kepada awak media. NF meminta dirinya terus ditemani sampai anaknya lahir. NF sendiri kini berada pada dua posisi sekaligus.

Bocah berusia 15 tahun tersebut menjadi pelaku pembunuhan sekaligus korban pemerkosaan. Oleh karena itu, polisi akan terus menyelidiki mengapa NF sampai melakukan tindak kekerasan. "Kasus kedua juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan," tambah Harry Hikmat.

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, NF juga diperkosa oleh kekasihnya. Ternyata pemerkosaan tersebut ia tuangkan dalam gambar ilustrasi wanita terikat. Gambar tersebut merupakan luapan kesedihan NF saat diperkosa kekasihnya yang berusia 25 tahun.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat mengatakan gambar tersebut adalah kondisi NF diperkosa A, kekasihnya sebanyak tiga kali. "Gambar gambar yang menunjukkan seorang wanita diikat dengan tali tambang, itu yang dilakukan pacarnya. Jadi pacarnya ada kelainan seksual, perilaku seksual yang menyimpang," kata Harry Hikmat di Balai Rehabilitasi Anak, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020).

Harry Hikmat mengatakan bahwa apa yang dituangkan oleh NF dalam gambar tersebut adalah apa yang dilakukan oleh sang kekasih saat memperkosanya. "Pacarnya punya kelainan seksual, diikat, dikasih lilin. Jadi apa yang dialami NF ini proses panjang.

Waktu membunuh itu kepikiran hamil dan memperkosa dia, jadi pelampiasan," ujar Harry Hikmat. Total NF diperkosa oleh tiga orang tersebut sebanyak 19 kali. Yang merupakan kekasih NF memperkosanya sebanyak tiga kali.

Yang merupakan sepupu ibu tirinya sebanyak empat kali. Sednagkan R, cucu dari kakak ibu tiri NF memperkosanya sebanyak 9 kali. Kendati NF menjadi tersangka, haknya sebagai anak yang membutuhkan perlindungan khusus tetap dipenuhi.

Harry Hikmat telah menjelaskan bahwa proses yang dilakukan ini bukan semata mata penegakan hukum. Mereka juga mendukung proses rehabilitasi yang dijalani oleh NF. "Tetapi NF juga memiliki hak dan kewajiban sebagai anak yang patut dipenuhi," kata Harry Hikmat.

"Kejaksaan negeri juga selalu mendukung proses rehabilitasi sosial oleh Balai Anak Handayani Jakarta. Kami juga akan terus memantau," lanjutnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *